Rabu, 08 April 2009

Perhatian Terhadap Pembangunan Ekonomi

Pembahasan tentang masalah pembangunan ekonomi bukanlah suatu tentang perkembangan baru dalam ilmu ekonomi.

Masa "kebangkitan kembali" perhatian terhadap masalah pembangunan ekonomi ini dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia kedua (PD II). Perhatian terhadap pembangunan ekonomi tersebut sangatlah kurang.

Kurangnya perhatian ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

Faktor Pertama :
Pada masa sebelum PD II sebagian besar negara-negara sedang berkembang (NSB) masih merupakan daerah jajahan. Para penjajah merasa tidak perlu untuk memikirkan secara serius mengenai masalah pembangunan daerah jajahan mereka.

Faktor kedua :
Kurangnya usaha para pemimpin masyarakat yang dijajah untuk membahas masalah-masalah pembangunan ekonomi. Pada saat itu mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk meraih kemerdekaan.

Faktor ketiga :
Karena di lingkungan para ekonomi, penelitian dan analisis mengenai masalah pembangunan ekonomi masih terbatas.

Seperti telah disinggung di muka, setelah PD II perhatian terhadap pembangunan ekonomi tumbuh dengan pesat.
Disebabkan berkembangnya cita-cita negara-negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam bidang ekonomi dari negara-negara, misalnya India, Indonesia, Pakistan, dan Korea. Negara-negara tersebut relatif miskin dan juga mengalami masalah kependudukan yang cukup serius. Kepadatan penduduk mereka cukup tinggi dan pertumbuhan jumlah penduduk sangat cepat. Oleh karena itu pembangunan ekonomi di negara-negara tersebut merupakan suatu hal yang sangat mendesak untuk dilakukan yaitu untuk menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkembangnya perhatian negara-negara maju terhadap usaha pembangunan (khususnya ekonomi) di NSB. Perkembangan perhatian ini disebabkan oleh rasa kemanusiaan negara-negar maju tersebut untuk membantu NSB itu mempercepat laju pembangunan ekonomi mereka dan mengejar ketertinggalan mereka dari negar-negara maju.

Selasa, 07 April 2009

UN di Depan Mata

Dua minggu lagi Ujian Nasional tiba. Seluruh siswa kelas 3 SLTA khususnya SMK Negeri 1 Kandangan harus fokus pada mata pelajaran yang di ujikan. Tidak ada lagi kata santai bahkan nongkrong di WarNet harus dikurangi.

Sebab, jika kita gagal di sini, maka tidak ada pilihan lain selain mengulan 1 tahun. Jika ngambil paket C identitas SMK bakal hilang. Jadi, sia-sia aja donk sekolah selama 3 tahun.

Pokoknya aku harus bisa dan berhasil menghadapi Ujian Nasional ini. Apabila gagal, maka otomatis masuk Perguruan Tinggi juga gagal. Sayang bangetkan udah mahal-mahal bayar registrasi, eh malah batal kuliahnya. Aku hanya bisa berusaha semampunya dan berdo'a semoga seluruh siswa SMK Negeri 1 Kandangan LULUS 100%.
Amiin.

Senin, 30 Maret 2009

Aku dan Komputer Bututku

Sebelum aku masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kandangan, aku sama sekali tidak mengenal dan tidak tahu apa itu komputer dan apa kegunaannya. Yang aku tahu, komputer adalah sebuah barang elektronik yang biasanya banyak ditemukan di kantor-kantor.

Hingga aku duduk di kelas 1 SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran Bidang Bisnis dan Manajemen baru aku tahu tentang aplikasi-aplikasi dan software-software komputer. Saat itu aku hanya mengenal aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office dan Open Office. Ternyata komputer asyik juga.

Akhirnya aku begitu tertarik dengan komputer. Sampai aku ingin memilikinya sendiri dan belajar lebih dalam tentang aplikasi-aplikasi perkantoran.

Ketika aku kelas 2 baru keinginan itu terpenuhi. Tabungan Ayahku yang dijadikan korban untuk membeli sebuah komputer. Walaupun komputer yang akan ku beli ini tergolong komputer dengan spesifikasi "Low End" yaitu Intel Pentium III, Hardisk 10GB, 128MB DDRM. Tapi aku sudah sangat bahagia memilikinya.

Banyak pelajaran yang dapat aku rasakan dari komputer second ini. Dari cara belajar sabar karena komputer ku berjalan lumayan lamban dalam memproses data hingga pelajaran tentang cara mengangkat CPU yang bener untuk di bawa ke teknisi komputer karena terkena virus.

Sebenarnya di balik semua itu, tersimpan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Yaitu, kemampuan mengetik 10 jari sistem buta bisa aku praktekkan di atas keyboard dan komputer ini telah memproduksi hampir ribuan dokumen. Baik tugas membuat makalah, laporan, cetak foto hasil editan, dan lain-lain sebagainya.

Aku sangat bersyukur memiliki komputer butut ini yang selalu menemaniku dalam setiap menyelesaikan tugas sekolah. Hingga akhirnya aku dipercaya sebagai perwakilan dari SMK Negeri 1 Kandangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran untuk mengikuti Lomba Keterampilan Siswa tingkat Propinsi. Walaupun tidak menang, tetapi banyak pengalaman yang aku dapatkan.
Thanks all...

Aku dan Komputer Bututku

Sebelum aku masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kandangan, aku sama sekali tidak mengenal dan tidak tahu apa itu komputer dan apa kegunaannya. Yang aku tahu, komputer adalah sebuah barang elektronik yang biasanya banyak ditemukan di kantor-kantor.

Hingga aku duduk di kelas 1 SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran Bidang Bisnis dan Manajemen baru aku tahu tentang aplikasi-aplikasi dan software-software komputer. Saat itu aku hanya mengenal aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office dan Open Office. Ternyata komputer asyik juga.

Akhirnya aku begitu tertarik dengan komputer. Sampai aku ingin memilikinya sendiri dan belajar lebih dalam tentang aplikasi-aplikasi perkantoran.

Ketika aku kelas 2 baru keinginan itu terpenuhi. Tabungan Ayahku yang dijadikan korban untuk membeli sebuah komputer. Walaupun komputer yang akan ku beli ini tergolong komputer dengan spesifikasi "Low End" yaitu Intel Pentium III, Hardisk 10GB, 128MB DDRM. Tapi aku sudah sangat bahagia memilikinya.

Banyak pelajaran yang dapat aku rasakan dari komputer second ini. Dari cara belajar sabar karena komputer ku berjalan lumayan lamban dalam memproses data hingga pelajaran tentang cara mengangkat CPU yang bener untuk di bawa ke teknisi komputer karena terkena virus.

Sebenarnya di balik semua itu, tersimpan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Yaitu, kemampuan mengetik 10 jari sistem buta bisa aku praktekkan di atas keyboard dan komputer ini telah memproduksi hampir ribuan dokumen. Baik tugas membuat makalah, laporan, cetak foto hasil editan, dan lain-lain sebagainya.

Aku sangat bersyukur memiliki komputer butut ini yang selalu menemaniku dalam setiap menyelesaikan tugas sekolah. Hingga akhirnya aku dipercaya sebagai perwakilan dari SMK Negeri 1 Kandangan Program Keahlian Administrasi Perkantoran untuk mengikuti Lomba Keterampilan Siswa tingkat Propinsi. Walaupun tidak menang, tetapi banyak pengalaman yang aku dapatkan.
Thanks all...

Selasa, 24 Maret 2009

Pengertian Komunikasi

Manusia termasuk makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berhubungan antara yang satu dengan yang lain untuk melakukan banyak hal. Misalnya, malakukan hubungan kerja sama, belajar, berjualan, menengok, melayat, olahraga, dan sebagainya. Setiap melaksanakan aktivitas ini manusia tentu berkomunikasi. Jadi, setiap manusia senantiasa melakukan komunikasi dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Apakah yang dimaksud dengan komunikasi? Istilah komunikasi ini berasal dari bahasa latin, communicatio yaitu sama makna. Maksudnya komunikasi terjadi jika antara orang-orang yang terlibat ada kesamaan makna mengenai sesuati yang disampaikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, terbitan Balai Pustaka, 2002, komunikasi adalah:
1. Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak.
2. perhubungan.

Dalam buku yang berjudul Dinamika Komunikasi, karangan Prof. Drs. Onong Uchjana, M.A. diuraikan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau untuk mengbah sikap, pendapatan atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media.

William C. Himstreet dan Wayne M. Batty, dalam buku Bussines Communication Principles and Methods, dijelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antara individu-individu melalui suatu sistem biasa, baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.

Setiap orang dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya tentu menggunakan komunikasi. Misal, seseorang yang membeli barang akan melakukan proses komunikasi. Pembeli menyampaikan pesan atau keinginan kepada penjual. Penjual memahami maksud atau keinginan pembeli, sehingga terjadi transaksi jual beli. Dalam hal seperti ini telah terjadi proses komunikasi.

Penjual sebagai orang yang meyampaikan pesan atau informasi dan pembeli sebagi orang yang menerima pesan. Jadi, komunikasi hanya dapat terjadi bila ada orang yang menyampaikan pesan atau komunikator dan yang menerima pesan atau komunikasi, serta adanya isi pesan yang hendak disampaikan.

Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan pejual atau bisnis. Seorang penjual yang tidak dapat mengkomunikasikan barang jualannya atau jasanya, tidak akan dapat menarik calon pembeli. Seseorang penjual harus mampu meragkai kalimat yang efektif (singkat, jelas, dan dapat dipahami), maupun mengubah situasi menjadi lebih menarik dan akrab, dapat menyelipkan humor yang segar dan sesuai situasi, serta menghidupkan suasana.

Live Traffic Feed





Sponsor

PulsaSuper.Com PulsaSuper.Com PulsaSuper.Com