Artikel ini Saya ambil dari buku “Jurus Ampuh Lolos Psikotes dan Wawancara Kerja” Karangan Utami Widijati terbitan Secawan Ilmu.
Wawancara kerja merupakan kesempatan Anda untuk menunjukkan pada pimpinan perusahaan apa yang akan didapatkannya jika dia memperkerjakan Anda. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk mempersiapkan diri dengan baik guna menghadapi wawancara kerja. Mempersiapkan diri berarti mengetahui tentang jenis industri, pimpinan perusahaan dan tentu saja mengetahui tentang diri Anda sendiri. Ini berarti memperhatikan hal-hal yang rinci, seperti misalnya pribadi, ketepatan waktu dan cara bertindak.
Pengetahuan yang sangat mendasar mengenai wawancara kerja adalah senjata yang terbaik. Sebelum Anda memulai meneliti tentang industri dan perusahaan perusahaan itu, atau bahkan sebelum Anda berlatih untuk menjawab pertanyaan yang mungkin dilontarkan pada jawab pertanyaan yang mungkin dilontarkan pada Anda, Anda seharusnya memiliki informasi yang menyeluruh tentang wawancara kerja. Mari kita mulai dengan membicarakan tipe-tipe wawancara yang mungkin Anda hadapi.
Tipe-Tipe Wawancara
a) Wawancara Penyaringan (Screening Interview)
Wawancara pertama Anda sering kali merupakan wawancara penyaringan. Wawancara ini biasanya merupakan wawancara penyaringan. Wawancara dengan seseorang dari bagian kepegawaian (personalia). Wawancara ini mungkin berlangsung secara langsuang (tatap muka) atau melalui telepon. Orang dari bagian kepegawaian tersebut akan memiliki salinan dari daftar riwayat hidup Anda dan dia akan mencoba untuk memerikasa informasi yang ada dalam daftar riwayat hidup Anda. Dia ingin mengetahui apakah Anda memenuhi kualifikasi minimum untuk pekerjaan yang ditawarkan, dan jika Anda memang meiliki kualifikasi minimum tersebut, Anda akan lolos ke tahap berikutnya.
b) Wawancara Seleksi (Selection Interview)
Wawancara seleksi merupakan suatu tahapan yang terdapat dalam proses penerimaan kerja yang seringkali membuat para pelamar merasa sangat gelisah. Saat inilah pimpinan perusahaan ingin mengetahui apakah Anda memang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang ditawarkan. Anda mungkin memiliki keterampilan atau keahlian untuk melaksanakan tugas-tugas yang dituntut oleh pekerjaan yang ditawarkan, tetapi pimpinan perusahaan juga ingin mengetahui apakah Anda memiliki kepribadian yang perlu “disesuaikan”. Seseorang juga tidak bisa berinteraksi dengan manajemen dan rekan kerjanya mungkin mengacaukan pekerjaan seluruh bagian dan dapat mengacaukan perusahaan.
Banyak ahli merasa bahwa kepribadian bisa diketahui dalam beberapa menit pertama setelah wawancara dimulai. Akan tetapi, mungkin lebih dari satu cara dimulai. Akan tetapi, mungkin lebih dari satu orang yang diwawancara pada tahap awal wawancara mempunyai kepribadian yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan. Seringkali para pelamar diundang kembali untuk melakukan beberapa wawancara dengan orang-orang yang berbeda sebelum keputusan akhir dibuat.
c) Wawancara Kelompok (Group Interview)
Dalam wawancara kelompok, beberapa pelamar pekerjaan diwawancarai secara bersama-sama dalam waktu yang bersamaan. Pewawancara mencoba untuk memisahkan para pelamar tersebut ke dalam kelompok pemimipin dan kelompok pengikut.
Dalam suatu kelompok, ada suatu proses alami yang terjadi di mana kelompok tersebut terbagi dalam dua tingkatan, yaitu tingkatan pemimpin dan tingkatan pengikut. Pewawancara mungkin juga mencoba untuk mengetahui apakah Anda merupakan seorang “pekerja tim”. Tipe kepribadian yang dicari oleh pemimpin perusahaan menentukan hasil wawancara. Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan selain bertindak secara alami. Bertindak seperti seperti seorang pemimpin padahal Anda memang bukan pemimpin mungkin akan menempatkan Anda pada suatu pekerjaan yang tidak tepat untuk Anda.
d) Wawancara Panel (Panel Interview)
Dalam wawancara panel, pelamar diwawancarai oleh beberapa orang dalam satu waktu. Wawancara ini tampak agak mengitimidasi karena ada banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada Anda. Anda harus mencoba untuk tetap tenang dan mengadakan hubungan dengan setiap anggota panel. Lakukan kontak mata dengan setiap anggota panel saat Anda menjawab pertanyaan.
e) Wawancara Tekanan (Stress Interview)
Wawancara tekanan bukanlah tipe wawancara yang menyenangkan. Wawancara tekanan kadang-kadang digunakan untuk menyisihkan para pelamar yang tidak mampu menghadapi kesulitan. Pewawancara mungkin menunjukkan tekanan yang dibuat-buat dalam wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaa denga sangat cepat sehingga pelamar tidak mempunyai waktu untuk menjawab. Pewawancara lain mencoba untuk menunjukkan tekanan dengan merespon jawaban-jawaban pelamar dengan keheningan. Pewawancara mungkin juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang aneh, bukan untuk menilai jawaban dari pelamar, tetapi menilai bagaimana pelamar menjawab pertanyaan-pertanyaanya.
Dalam kolon Intrviewing oleh John Wiley dan Sons, dikatakan bahwa pelamar pertama-tama hendaknya “mengenali bahwa dia berada dalam suatu situasi. Pada saat Anda menyadari apa yang sedang terjadi, lebih mudah bagi Anda untuk tatap bersikap tenang karena secara mental Anda bisam mengenali kemabali situasi yang ada. Kemudian Anda mempunyai dua pilihan, yaitu bekerja sama atau menolaj diperlakukan dengan sangat tidak baik.” Kalau Anda memang mau bekerja sama, alasan untuk mengadakan wawancara tekanan adalah masuk akal. Hal itu akan menentukan apakah inilah perusahaan di mana Anda mau bergabung.
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Maret 2009
Minggu, 08 Maret 2009
Mengirim Surat Lamaran via E-Mail
Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini dan penggabungan teknologi dengan proses-proses bisni, semakin banyak perusahaan yang menuntut para pelamar pekerjaan untuk mengirimkan surat lamaran mereka melalui e-mail. Dengan demikian kesan pertama tentang diri Anda tidak tersampaikan melalui penampilan And, tetapi melalui kualitas dan isi e-mail Anda. E-mail yang berisi surat lamaran pekerjaan seharusnya dipoles dan disusun dengan baik. Kalau Anda mengirim lamaran pekerjaan melalui e-mail, gunakan tips berikut ini:
*) Lengkapi kalimat-kalimat Anda dan jangan menyingkat kata apapun
Para pimpinan perusahaan tidak suka kalau Anda mengirimi mereka surat lamaran pekerjaan yang terlalu kasual. Merupakan hal yang penting untuk membuat sebuah suarat yang formal dan ditulis dengan baik. Hal ini akan menimbulkan kesan yang baik mengenai kemampuan dan keterampilan-keterampilan Anda
*) Langsung ke pokok permasalahan
Ketika Anda menulis surat lamaran pekerjaan, Anda harus menyatakannya dengan ringkas dan terus terang. Jangan menulis cerita pada surat lamaran Anda hanya untuk mendaptakan perhatian dari pimpinan perusahaan. Kemungkinan pimpinan perusahaan tersebut justru akan terganggu dengan Anda dan hal ini akan mengurangi kesempatan Anda untuk dipekerjakan.
Pertimbangkan masalah-masalah potensial yang mungkin menghalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan. Meskipun ada banyak instansi yang menawarkan banyak lowongan pekerjaan, tetapi persyaratan-persyaratan untuk memenuhi pekerjaan yang ditawarkan mungkin menuntut Anda menguasai program-pragram pelatihan tertentu. Hal ini mungkin mengalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut karena tingkat kompetisi yang memang sangat tinggi. Beberapa pekerjaan menuntut orang-orang yang berpengalaman kerja, bahkan paling tidak selama 3 tahun. Beberapa pekerjaaan mungkin tidak menuntut syarat apa pun untuk mengajukan lamaran, tetapi pekerjaan itu sendiri mungkin memerlukan arus kerja yang sangat rutin.
Mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan mungkin merupakan suatu tantangan, tetapi jangan pernah kehilangan harapan. Lebih baik bagi Anda untuk menunggu sementara waktu dan mendapatkan pekerjaan yang Anda senangi daripada mendapatkan pekerjaan secepat mungkin tetapi berakhir dengan ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan. Buatlah keputusan yang tepat kemudian bertindaklah untuk mencapainya.
*) Lengkapi kalimat-kalimat Anda dan jangan menyingkat kata apapun
Para pimpinan perusahaan tidak suka kalau Anda mengirimi mereka surat lamaran pekerjaan yang terlalu kasual. Merupakan hal yang penting untuk membuat sebuah suarat yang formal dan ditulis dengan baik. Hal ini akan menimbulkan kesan yang baik mengenai kemampuan dan keterampilan-keterampilan Anda
*) Langsung ke pokok permasalahan
Ketika Anda menulis surat lamaran pekerjaan, Anda harus menyatakannya dengan ringkas dan terus terang. Jangan menulis cerita pada surat lamaran Anda hanya untuk mendaptakan perhatian dari pimpinan perusahaan. Kemungkinan pimpinan perusahaan tersebut justru akan terganggu dengan Anda dan hal ini akan mengurangi kesempatan Anda untuk dipekerjakan.
Pertimbangkan masalah-masalah potensial yang mungkin menghalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan. Meskipun ada banyak instansi yang menawarkan banyak lowongan pekerjaan, tetapi persyaratan-persyaratan untuk memenuhi pekerjaan yang ditawarkan mungkin menuntut Anda menguasai program-pragram pelatihan tertentu. Hal ini mungkin mengalangi Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut karena tingkat kompetisi yang memang sangat tinggi. Beberapa pekerjaan menuntut orang-orang yang berpengalaman kerja, bahkan paling tidak selama 3 tahun. Beberapa pekerjaaan mungkin tidak menuntut syarat apa pun untuk mengajukan lamaran, tetapi pekerjaan itu sendiri mungkin memerlukan arus kerja yang sangat rutin.
Mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan mungkin merupakan suatu tantangan, tetapi jangan pernah kehilangan harapan. Lebih baik bagi Anda untuk menunggu sementara waktu dan mendapatkan pekerjaan yang Anda senangi daripada mendapatkan pekerjaan secepat mungkin tetapi berakhir dengan ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan. Buatlah keputusan yang tepat kemudian bertindaklah untuk mencapainya.
Rabu, 25 Februari 2009
Membuat Surat Lamaran yang Efektif
Berikut ini ada beberapa tips sederhana yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran sebagaimana yang aku baca dalam buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan”.
1. Selalu sertakan resume pada saat mengirimkan surat lamaran.
2. Pergunakan ukuran kertas standar, biasanya ukuran A4 atau kuarto. Ukuran kertas yang lebih kecil akan lebih menunjukkan surat bersifat pribadi, sedangkan juka terlalu besar akan kelihatan aneh.
3. Jangan menggunakan kertas berwarna. Pakailah kertas putih standar.
4. Pakailah kertas biasa, keculai untuk posisi tertentu dapat memakai kertas yang lebih mahal.
5. Sebaiknya pergunakan tinta hitam.
6. Hindari surat lamaran yang terlalu panjang dan bertele-tele. Cukup satu halaman.
7. Tunjukkan bahwa kita cukup percaya diri dan benar-benar menginginkan pekerjaan itu. Namun, hindari kesan arogan.
8. Pergunkanalah kata-kata yang sopan dan hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak biasa atau sulit dimengerti orang.
9. Jangan lupa mengecek kembali penulisan, ejaan, atau istilah yang kurang tepat. Kesalahan sekecil apa pun akan menunjukkan bahwa kita kurang profesional.
Surat lamaran sangat vital sifatnya. Dari situlah dapat terbaca seberapa besar minat kita terhadapa pekerjaan yang akan kita lamar dan seberapa kompeten kualitas diri kita untuk menduduki posisi tersebut.
Ada beberapa poin yang hendaknya diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik sebagai berikut:
1. Impresif. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak telalu merendahkan diri.
2. Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria Anda.
3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih.
4. Menggukan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan padat. Hindari pengulangan kelimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak efektif, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. (Bila perlu, beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran).
5. Apabila Anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris Anda kurang baik, hindari menggunkan bahasa inggris (jika tidak diminta). Daripada ketahuan salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja.
6. Cantumkan tujuan dan alasan Anda melamar.
7. jangan sampai surat lamaran Anda terkesan kotor dan seadanya. Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapi, tidak usut, tebal serta tidak mudah robek. Hindari penggunaan tipe-x. Tinta juga jangan terlalu tipis agar mudah dibaca.
8. Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahaan yang meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Tetapi jika tidak diminta, lebih baik Anda menulisnya dengan menggunakan komputer. Gunakan pula printer injet atau laser. Jangan menggunakan printer dot matrix. Dengan demikian Anda tidak terlihat buta teknologi.
1. Selalu sertakan resume pada saat mengirimkan surat lamaran.
2. Pergunakan ukuran kertas standar, biasanya ukuran A4 atau kuarto. Ukuran kertas yang lebih kecil akan lebih menunjukkan surat bersifat pribadi, sedangkan juka terlalu besar akan kelihatan aneh.
3. Jangan menggunakan kertas berwarna. Pakailah kertas putih standar.
4. Pakailah kertas biasa, keculai untuk posisi tertentu dapat memakai kertas yang lebih mahal.
5. Sebaiknya pergunakan tinta hitam.
6. Hindari surat lamaran yang terlalu panjang dan bertele-tele. Cukup satu halaman.
7. Tunjukkan bahwa kita cukup percaya diri dan benar-benar menginginkan pekerjaan itu. Namun, hindari kesan arogan.
8. Pergunkanalah kata-kata yang sopan dan hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak biasa atau sulit dimengerti orang.
9. Jangan lupa mengecek kembali penulisan, ejaan, atau istilah yang kurang tepat. Kesalahan sekecil apa pun akan menunjukkan bahwa kita kurang profesional.
Surat lamaran sangat vital sifatnya. Dari situlah dapat terbaca seberapa besar minat kita terhadapa pekerjaan yang akan kita lamar dan seberapa kompeten kualitas diri kita untuk menduduki posisi tersebut.
Ada beberapa poin yang hendaknya diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik sebagai berikut:
1. Impresif. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak telalu merendahkan diri.
2. Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria Anda.
3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih.
4. Menggukan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan padat. Hindari pengulangan kelimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak efektif, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. (Bila perlu, beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran).
5. Apabila Anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris Anda kurang baik, hindari menggunkan bahasa inggris (jika tidak diminta). Daripada ketahuan salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja.
6. Cantumkan tujuan dan alasan Anda melamar.
7. jangan sampai surat lamaran Anda terkesan kotor dan seadanya. Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapi, tidak usut, tebal serta tidak mudah robek. Hindari penggunaan tipe-x. Tinta juga jangan terlalu tipis agar mudah dibaca.
8. Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahaan yang meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Tetapi jika tidak diminta, lebih baik Anda menulisnya dengan menggunakan komputer. Gunakan pula printer injet atau laser. Jangan menggunakan printer dot matrix. Dengan demikian Anda tidak terlihat buta teknologi.
Rabu, 18 Februari 2009
Bekerja di Perusahaan Idaman
Dapat bekerja sesuai dengan keahlian, apalagi di tempat kerja yang menjadi idaman, tentu merupakan harapan semua orang. Lalu, apa yang harus kita lakukan jika perusahaan yang kita idamkan memasang iklan lowongan pekerjaan di media massa? Tentu kita tak perlu berfikir dua kali, segera buat surat lamaran sebagus mungkin dan segera dikirimkan.
Tetapi apa yang akan Anda lakukan jika perusahaan tersebut tidak memasang iklan lowongan? Padahal, hati Anda sudah demikian menggebu untuk dapat bekerja di persuahaan itu. Entah karena bidang kerja yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki, lokasi kantor yang dekat dengan tempat tinggalm atau karena gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan tersebut.
Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda pertimbangkan jika perusahaan yang Anda idamkan beum juga memasang iklan lowongan perkerjaan.
a. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan itu, mulai dari visi dan misi, hingga etos kerjanya. Anda bisa bertanya pada rekan-rakn atau mencarinya di internet. Setelah itu, pelajarilah dengan seksama, apakah informasi itu sesuai dengan apa yang ada dalam bayangan Anda selama ini.
b. Pengenalan pada diri sendiri juga sangat perlu sebagai modal awal sebelum masuk ke suatu perusahaan. Kenalilah seluruh potensi dalam diri Anda, juga sifat-sifat Anda yang baik maupun yang buruk. Agar lebih objektif, tanyakan pada sahabat dan orang-orang terdekat Anda mengenai pribadi Anda tersebut.
c. Cobalah mencari kenalan dalam perusahaan itu. Sedapat mungkin, carilah yang mampu mempertemukan Anda dengan orang dari divisi yang diinginkan atau dengan bagian Sumber Daya Manusia (SDM). Jika memungkingkan, atur pertemuan dengan orang tersebut. Jangan tanyakan soal peluang kerja, lebih baik lakukan crosscheck informasi tentang perusahaan.
d. Persiapkan aplikasi lamaran anda sebaik dan semenarik mungkin. Kemukakan maksud Anda dengan elegan tanpa harus merendahkan diri sendiri.
Cara lain yang dapat Anda lakukan, bukalah website perusahaan yang Anda inginkan. Kadangkala, pada website tersebut tersedia formulir pengisian lamaran kerja. Umumnya, formulir iti yang digunakan oleh perusahaan ketika sedang membutuhkan karyawan baru. jika Anda mengirim lewat pos, tanyakan pada orang yang bersangkutan, apakah ia sudah menerima aplikasi lamaran perkerjaan dari kita.
Jika semua langkah di atas sudah Anda lakukan, Anda harus bersabar dan jangan terpaku pada satu perusahaan saja. Sebab, kesempatan bisa datang dari mana saja.
Sumber : Buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan”
Tetapi apa yang akan Anda lakukan jika perusahaan tersebut tidak memasang iklan lowongan? Padahal, hati Anda sudah demikian menggebu untuk dapat bekerja di persuahaan itu. Entah karena bidang kerja yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki, lokasi kantor yang dekat dengan tempat tinggalm atau karena gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan tersebut.
Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda pertimbangkan jika perusahaan yang Anda idamkan beum juga memasang iklan lowongan perkerjaan.
a. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan itu, mulai dari visi dan misi, hingga etos kerjanya. Anda bisa bertanya pada rekan-rakn atau mencarinya di internet. Setelah itu, pelajarilah dengan seksama, apakah informasi itu sesuai dengan apa yang ada dalam bayangan Anda selama ini.
b. Pengenalan pada diri sendiri juga sangat perlu sebagai modal awal sebelum masuk ke suatu perusahaan. Kenalilah seluruh potensi dalam diri Anda, juga sifat-sifat Anda yang baik maupun yang buruk. Agar lebih objektif, tanyakan pada sahabat dan orang-orang terdekat Anda mengenai pribadi Anda tersebut.
c. Cobalah mencari kenalan dalam perusahaan itu. Sedapat mungkin, carilah yang mampu mempertemukan Anda dengan orang dari divisi yang diinginkan atau dengan bagian Sumber Daya Manusia (SDM). Jika memungkingkan, atur pertemuan dengan orang tersebut. Jangan tanyakan soal peluang kerja, lebih baik lakukan crosscheck informasi tentang perusahaan.
d. Persiapkan aplikasi lamaran anda sebaik dan semenarik mungkin. Kemukakan maksud Anda dengan elegan tanpa harus merendahkan diri sendiri.
Cara lain yang dapat Anda lakukan, bukalah website perusahaan yang Anda inginkan. Kadangkala, pada website tersebut tersedia formulir pengisian lamaran kerja. Umumnya, formulir iti yang digunakan oleh perusahaan ketika sedang membutuhkan karyawan baru. jika Anda mengirim lewat pos, tanyakan pada orang yang bersangkutan, apakah ia sudah menerima aplikasi lamaran perkerjaan dari kita.
Jika semua langkah di atas sudah Anda lakukan, Anda harus bersabar dan jangan terpaku pada satu perusahaan saja. Sebab, kesempatan bisa datang dari mana saja.
Sumber : Buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan”
Sabtu, 14 Februari 2009
Bagaiman Cara Mendapatkan Pekerjaan?
Melamar pekerjaan bagi sebagian orang merupakan hal mudah. Sebab, ia sudah tahu bagaimana cara mendapatkan informasi yang akurat tentang perusahaan-perusahaan yang sedang membutuhkan keryawan. Ia tahu, bagaimana cara membuat surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup (Curiculum Vitae) yang menarik agar dilirik perusahaan. Ia tahu, bagaimana cara mempersiapkan diri untuk bersaing mengikuti tes tertulis dan kiat jitu dalam menghadapi tes wawancara.
Namun, bagaimana dengan mereka yang baru lulus sekolah atau kuliah? Bisa jadi ini bukanlah perkerjaan mudah. Sebab, ia tidak tahu bagaimana cara untuk melalui semua itu. Terlebih, jika ia tidak tahu hal apa saja yang harus dilakukan agar sukses melewati tes wawancara. Sebab, tes wawancara memiliki porsi cukup besar dalam menentukan seseorang diterima kerja atau tidak. Tak heran, jika banyak perncari kerja yang lulus tes tertulis, namun gagal pada ssaat seleksi tes wawancara.
Dalam buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” karangan Anna T. Yuniarti, S.Psi terbitan PT WahyuMedia aku menemukan tips dan rahasia sukses dalam mendapatkan perkerjaan sesuai idaman. Agar tips-tips tersebut mudah aku baca lagi, sebaiknya aku posting aja di blog ini, soalnya bukunya minjam di Perpustakaan. Jadi, harus dikembalikan tepat waktu. Ntar aku posting dengan label “Karir”.
Namun, bagaimana dengan mereka yang baru lulus sekolah atau kuliah? Bisa jadi ini bukanlah perkerjaan mudah. Sebab, ia tidak tahu bagaimana cara untuk melalui semua itu. Terlebih, jika ia tidak tahu hal apa saja yang harus dilakukan agar sukses melewati tes wawancara. Sebab, tes wawancara memiliki porsi cukup besar dalam menentukan seseorang diterima kerja atau tidak. Tak heran, jika banyak perncari kerja yang lulus tes tertulis, namun gagal pada ssaat seleksi tes wawancara.
Dalam buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” karangan Anna T. Yuniarti, S.Psi terbitan PT WahyuMedia aku menemukan tips dan rahasia sukses dalam mendapatkan perkerjaan sesuai idaman. Agar tips-tips tersebut mudah aku baca lagi, sebaiknya aku posting aja di blog ini, soalnya bukunya minjam di Perpustakaan. Jadi, harus dikembalikan tepat waktu. Ntar aku posting dengan label “Karir”.
Langganan:
Postingan (Atom)